PELATIHAN PAKAN TERNAK “PAKANE ENAK KEWANE MANAK”

Wonogiri, giriwarno.sideka.id (27/11) – Pemerintah Desa Giriwarno bekerja sama dengan PPL Pertanian dan PPL Peternakan melakukan pelatihan kepada peternak se Desa Giriwarno yang dilaksanakan di rumah Bapak Wardi, dengan jumlah peserta 40 orang dari 7 dusun.

Dalam pelatihan ini, Bapak Sutardi, SP dari PPL Pertanian menyampaikan tentang pentingnya kelompok ternak dan edukasi untuk peternak secara berkelanjutan. Beliau mengatakan juga bahwa kita harus mengetahui cara beternak yang baik, apalagi limbah dimasyarakat cukup banyak sehingga kita manfaatkan limbah tersebut menjadi pakan ternak dengan cara fermentasi. Pelatihan fermentasi jerami dan batang pisang ini dilasakankan dengan dua metode, yaitu metode materi dan metode praktek. Untuk metode materi pengenalan jerami dan batang pisang, keuntungan fermentasi, dan metode cara pembuatan fermentasi dan penyimapanan paska fermentasi.

PPL Peternakan Kecamatan Girimarto Bapak Rohmat Ismail, S.Pt  menyampaikan alat, bahan dan cara untuk fermentasi

Alat fermentasi Pakan Ternak :

  1. Alat pencacah atau pisau
  2. Drum penyimpan fermentasi
  3. Alat pengaduk
  4. Terpal/alas untuk menaruh bahan.

Bahan – bahan :

Jerami padi, batang pisang (debog), molase, suplemen organik, air secukupnya

Proses Fermentasi Pakan Ternak :

  1. Cacah jerami dan batang pisang terlebih dahulu
  2. Jerami atau batang pisang diangin-anginkan dibawah sinar matahari hingga kadar airnya menurun sebanyak 60% atau selama satu hari
  3. Tumpuk jerami setebal 20-30 cm
  4. Tebar molase, suplemen organik dan air secukupnya
  5. Ratakan semua bahan hingga terasa lembab namun tidak terlalu basah
  6. Tumpuk kembali jerami yang sudah lembab dengan jerami baru, kemudian berikan perlakuan yang sama dengan sebelumnya. Lakukan hal yang sama hingga tumpukan jerami mencapai ketinggian 1,5 meter.
  7. Simpan jerami yang sudah siap untuk difermentasi selama 21 hari secara tertutup. Usahakan tidak ada udara yang dapat masuk kedalam campuran jerami agar tidak terjadi kontaminasi bakteri lain dari udara. Karena proses ini adalah proses anaerob.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan